Komplikasi Diabetes Tipe 1 Pada Kehamilan

335 views

Diabetes Dalam Kehamilan. Dampak komplikasi diabetes melitus pada kehamilan secara umum terjadi karena kontrol diabetes yang buruk, baik itu pra-kehamilan maupun selama kehamilan dan dapat memengaruhi perkembangan janin.

Komplikasi diabetes melitus pada wanita hamil dan janin dapat dihindari dengan kontrol gula darah yang ketat, mengunjungi bidan atau perawat kesehatan secara rutin dan mengonsumsi vitamin pada pra-kehamilan.

Diabetes Dalam Kehamilan & Kontrol Gula Darah

Hasil untuk ibu yang memiliki diabetes melitus tipe 1 dan bayi mereka, secara langsung berhubungan dengan tingkat kontrol gula darah mereka mulai sejak konsepsi hingga persalinan.

Dengan ada usaha seperti ini, maka risiko utnuk ibu dan bayi dapat sedikit berkurang dibandingkan dengan wanita tanpa diabetes. Kurangnya kontrol diabetes pada saat konsepsi dapat mempengaruhi proses pembelahan dan perkembangan sel telur menjadi janin.

Pada tahap konsepsi, semua organ dan anggota janin terbentuk dalam hitungan menit. Situasi ini, kadang-kadang menyebabkan kelainan kongenital seperti spina bifida (kelainan bentuk tulang belakang), jantung berlubang, dan bibir sumbing.

Sebagian besar, keadaan ini lebih sering terjadi pada wanita hamil dengan diabetes melitus dan jarang terjadi pada wanita yang tanpa diabetes. Meski demikian, baik wanita normal atau wanita dengan diabetes harus menjaga gula darah untuk tetap normal.

Komplikasi diabetes dalam kehamilan dapat diminimalisir bahkan bisa dihilangkan sama sekali dengan memastikan HbA1c pada kondisi normal ketika pra-kehamilan pada sekitar 6.5% hingga 7.5%, jika tingkat HbA1c adalah tinggi pada saat pembuahan, semakin tinggi risiko untuk bayi abnormal.

Baca: Gula Darah Selama Kehamilan

Selain itu, risiko kehamilan dengan diabetes memiliki kesempatan lebih tinggi untuk melakukan persalinan dengan operasi caesar, terutama jika bayi dengan ukuran yang besar sehingga perlu dikeluarkan untuk lebih awal.

Diabetes dalam pra-kehamilan

Kehamilan adalah yang paling ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Namun, wanita dengan diabetes tipe 1 harus ekstra hati-hati dalam menjaga kehamilan mereka sejak pra-kehamilan dan selama kehamilan. Pengendalian diabetes harus sempurna sehingga resiko komplikasi diabetes  pada kehamilan bisa diminimalkan.

Selain mengontrol diabetes, semua wanita (diabetes atau tanpa diabetes) sangat direkomendasikan untuk mengonsumsi asam folat ketika pra-kehamilan. Asam folat adalah vitamin yang terkandung dalam banyak makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa jika wanita mengkonsumsi asam folat tambahan pada tahap pra-kehamilan, risiko gangguan saraf pada bayi seperti spina bifida dan cacat tabung saraf menjadi berkurang.

Untuk wanita dengan diabetes mellitus, berisiko tinggi melahirkan bayi dengan kelainan sehingga disarankan untuk mengambil suplemen asam folat lebih dari 5 mg per hari. Tanyakan kepada dokter Anda untuk memberikan resep yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Beberapa contoh buah yang banyak akan asam folat dapat ditemukan pada

1. Alpukat

Selain asam folat, alpukat banyak mengandung vitamin seperti B1,B6,C, dan E. Buah alpukat kaya akan serat dan asam lemak tak jenuh tunggal sehingga mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.

2. Pisang

Pisang mengandung asam folat yang mudah diserap oleh janin sehingga buah ini sangat cocok untuk ibu dengan diabetes atau tanpa diabetes yang sedang tahap pra-kehamilan atau selama kehamilan.

3. Buah Kiwi

Selain asam folat, kiwi sangat kaya akan vit C yang bersifat anti oksidan sehingga bagus untuk masa pra-kehamilan

Kontrol diabetes selama kehamilan

Penanganan selama kehamilan pada wanita dengan diabetes tipe 1 telah meningkat pesat pada puluhan tahun terakhir dengan melakukan kontrol gula darah yang tepat adalah tujuan utama yang paling penting. Dengan pemantauan glukosa darah di rumah, mayoritas perempuan dapat mencapai kondisi pada tingkat yang lebih baik tanpa perlu pergi ke rumah sakit.

Selama kehamilan, kontrol diabetes yang baik akan dapat mengurangi risiko komplikasi. Perkembangan dan pertumbuhan bayi dapat terganggu akibat kontrol gula darah yang buruk, bayi dapat tumbuh lebih cepat dari normal dan dengan ukuran yang besar.

Jika bayi harus dikeluarkan lebih awal karena ukuran besar, disebut bayi makrosomia, ini berarti ia akan lahir prematur dan berisiko untuk banyak masalah yang umum dimiliki bayi prematur akibat komplikasi diabetes melitus selama kehamilan.

Mengapa hal ini terjadi? Jika selama kehamilan pada wanita dengan diabetes yang memiliki kadar gula yang tinggi, maka glukosa akan melintasi plasenta ke dalam sirkulasi bayi sehingga menyebabkan ukuran bayi menjadi besar dari ukuran normal.

Hal ini terjadi karena pankreas pada si bayi memproduksi insulin, meskipun ibu tidak dimana insulin yang dihasilkan dari pankreas bayi kemudian akan mengkonversi glukosa menjadi lemak.

Akibatnya, bayi tumbuh lebih besar selama kehamilan dan persalinan harus dilakukan lebih awal untuk menghindari risiko komplikasi diabetes.

Salah satu risiko diabetes dalam kehamilan setelah kelahiran adalah paru-paru pada bayi prematur tidak bisa sepenuhnya sempurna yang mengakibatkan sindrom pernapasan. Bayi dengan kondisi ini perlu diobati menggunakan ventilator di Unit Perawatan Bayi khusus sampai paru-paru mereka cukup siap untuk menghadapi kondisi luar.

Jika kadar gula darah ibu dikontrol dalam batas normal selama kehamilan, bayi mungkin cenderung tumbuh besar namun lebih lambat selama 40 minggu sehingga dapat menghindari risiko operasi caesar dan juga dapat mengurangi kemungkinan gangguan sindrom pernapasan pada bayi.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Kehamilan #Komplikasi Diabetes