Sakit Mata Karena Penyakit Diabetes

352 views

Bagaimana pengaruh diabetes pada mata? Bagaimana cara diabetes menyerang mata? Komplikasi diabetes pada mata pada diabetes tipe 1 dan 2 merupakan bentuk dari diabetes retinopati atau retinopatia atau retinopathy, merupakan salah satu komplikasi jangka panjang yang spesifik dari penyakit diabetes melitus.

Diabetes bisa menyerang mata ditandai dengan bercak darah yang kecil, dan atau karena penumpukan lemak di retina sebagai akibat dari kebocoran pembuluh darah yang mengalir ke makula mata ( bagian dari retina yang berperan penting untuk penglihatan sentral / fokus ) sehingga menyebabkan penglihatan kabur ( blurred vision ).

Sakit mata karena diabetes merupakan komplikasi jangka panjang, bisa terjadi pada pasien dengan penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 dan 2.

Komplikasi diabetes pada mata sering menjadi masalah pada pasien dengan diabetes mellitus sebagai akibat dari kontrol kadar gula darah yang buruk. Bab ini akan membahas sedikit tentang komplikasi diabetes melitus pada mata yang mungkin perlu untuk Anda ketahui.

Bagaimana diabetes menyerang mata?

Definisi ringkas retinopathy adalah kerusakan pada retina yang sering terjadi pada pasien dengan diabetes mellitus, terutama bagi mereka dengan kontrol diabetes yang buruk.

Perubahan karena diabetes retinopati terjadi secara bertahap dalam pembuluh darah di arteri dan vena yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah ke mata.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan glukosa dalam aliran darah secara langsung dapat menyebabkan kerusakan, terutama dengan mempengaruhi lapisan pembuluh darah kecil yang membawa darah ke mata. Gangguan penglihatan dapat bervariasi sesuai dengan tingkat kontrol diabetes.

Tingginya kadar fluktuasi gula darah dapat mempengaruhi bentuk dari lensa dan kemampuan mata untuk fokus. Pasien diabetes melitus dengan kadar gula tinggi, biasanya memiliki kesulitan ketika melihat sesuatu dalam beberapa jarak normal dan bahkan kadang-kadang menyebabkan kesulitan ketika sedang membaca atau kegiatan apapun yang memerlukan penglihatan jarak dekat.

Jika Anda dapat mengontrol diabetes hingga gula darah kembali normal, maka penglihatan Anda akan normal lagi. Perubahan mata ini juga muncul ketika orang dengan diabetes telah didiagnosis dan dapat menjadi hal yang sangat menakutkan jika Anda tidak mengerti penyebabnya.

Sebaiknya, Anda perlu mengunjungi dokter mata sedini mungkin untuk mengetahui tingkat perubahan pada mata sehingga pengobatan bisa diberikan sedini mungkin sebelum mata Anda terpengaruh akibat komplikasi diabetes mellitus retinopati.

Mencegah Komplikasi Diabetes Pada Mata

Jika Anda dapat mengontrol diabetes dengan benar, maka mata Anda akan tetap normal seperti biasa. Namun, anda perlu sesekali memeriksakan kondisi mata untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang ada atau tidaknya gejala komplikasi retinopati.

Apabila selama waktu ini anda tidak merasakan beberapa tanda-tanda diabetes menyerang mata, maka periksakan mata anda dengan dokter mata setahun sekali itu sudah cukup.

Diabetes dapat menyebabkan perubahan di belakang mata. Pada tahap ini, perubahan tersebut belum mempengaruhi penglihatan, akan tetapi penting bagi anda untuk mendeteksi sedini mungkin pada dokter tentang kesehatan mata sehingga pencegahan dan pengobatan retinopati yang dapat diberikan untuk menjaga mata anda agar tetap dalam kondisi normal.

Pada saat ini, pemeriksaan retinopati biasanya dilakukan dengan fotografi digital. Pada pemeriksaan mata dengan fotografi digital, ada dua bagian dari pemeriksaan, yaitu.

1. Pemeriksaan pertama adalah memeriksa ketajaman visual anda dengan mengukur kemampuan Anda untuk melihat tulisan di papan tulis.

2. Pemeriksaan kedua adalah memotret bagian belakang mata. Anda perlu meneteskan cairan khsusu di mata untuk memperbesar pupil agar mendapatkan kualitas fotografi yang bagus.

Hubungan katarak dengan diabetes

Katarak dapat terjadi pada orang dengan penyakit diabetes atau tanpa diabetes melitus. Katarak biasanya terjadi pada orang tua. Namun, katarak cenderung dan mungkin bisa terjadi dengan lebih awal pada penderita diabetes pada usia muda ( diabetes melitus tipe 1 ).

Penambahan usia pada pasien diabetes melitus juga akan mempengaruhi substansi yang membentuk lensa mata sehingga menyebabkan lensa mata menyusut dan kurang transparan dari biasanya. Pada akhirnya, lensa mata menjadi kabur ( blurred vision ) dan sulit untuk melihat secara normal.

Katarak juga dapat terjadi pada anak-anak, meskipun kejadian ini sangat jarang. Biasanya, kondisi ini dikaitkan dengan diabetes melitus yang terjadi pada anak-anak.

Katarak pada anak-anak sering disebut “badai salju katarak”, seperti yang terlihat melalui karakteristik tampilan ophthalmoscopes. Jenis katarak bisa datang sangat cepat dan sangat menakutkan bagi anak jika tidak tahu penyebab utama.

Katarak ini harus ditangani dan dicegah sesegera mungkin agar tidak menimbulkan efek yang lebih serius, kunjungi dokter Anda untuk mendapatkan informasi tentang komplikasi diabetes mellitus retinopati.

Keterkaitan antara mikroaneurisma dan komplikasi diabetes pada mata

Definisi mikroaneurisma adalah pembengkakan yang menyerupai balon kecil sebagai akibat pembesaran pembuluh darah kapiler yang emmasok darah ke retina di belakang mata.

Mirkoaneurisma adalah salah satu dari tanda-tanda awal KADAR GULA DARAH YANG TINGGI dan sering terjadi pada diabetesi dengan diabetes tak terkontrol dan telah merusak lapisan kapiler.

Gejala ini tidak atau belum mengganggu penglihatan anda, akan tetapi ini merupakan PERINGATAN DINI bahwa retinopati sudah mulai berkembang.

Beberapa bukti ilmiah telah dilaporkan oleh banyak penelitian bahwa mikroaneurisma dapat dicegah sejak dini dengan kontrol HbA1C yang sempurna, yaitu kurang dari 7%.

Jika anda memiliki mikroaneurisma, anda harus memeriksakan mata secara rutin sehingga pencegahan terhadap kerusakan mata akibat diabetes melitus yang serius bisa terdeteksi lebih awal.

Diabetes retinopati proliferatif

Glukoma biasanya terjadi pada mereka yang memiliki masalah mata pada tingkat lebih lanjut akibat komplikasi diabetes melitus retinopati proliferatif, walaupun kadang glukoma juga terjadi pada orang yang tanpa diabetes.

Obat tetes mata yang sering digunakan untuk memperbesar pupil seringkali bisa meyebabkan dan mempercepat peningkatan resiko glukoma ( meningkatkan tekanan di dalam mata ).

Tanda awal glukoma adalah nyeri di daerah mata yang terkena cairan dan membuat penglihatan kabur yang terjadi selama beberapa jam setelah mata ditetesi cairan tersebut. Gejala ini dapat sembuh secara cepat dengan pengobatan yang tepat, akan tetapi juga dapat mengakibatkan kerusakan yang serius jika diabaikan.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Retinopati #Komplikasi Diabetes #Sakit Mata