Komplikasi Diabetes Pada Tekanan Darah

341 views

Komplikasi Diabetes Dan Tekanan Darah. Banyak risiko dari komplikasi akibat diabetes dan tekanan darah menyebabkan resiko hipertensi atau hipotensi, kerusakan ginjal, penyakit jantung, hipoglikemia, pendarahan otak, hipotensi postural, dan stroke.

Selain itu, kerusakan otak atau Alzheimer sering mempengaruhi orang-orang yang hidup lebih lama dengan diabetes yang tidak terkontrol.

Beberapa orang mengalami hipotensi postural, namun penyakit ini tidak hanya berhubungan dengan tekanan darah tak terkontrol, tapi itu juga terkait dengan kerusakan saraf ( neuropati ).

Tekanan darah normal akan melindungi ginjal, jantung dan otak dari kerusakan lebih lanjut. Dengan mengontrol tekanan darah, risiko komplikasi diabetes melitus seperti penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke akan berkurang.

Penelitian yang dilakukan di Jerman dan Inggris telah membuktikan bahwa risiko dari komplikasi akibat diabetes dan tekanan darah dapat dikurangi secara signifikan jika mereka berpartisipasi secara aktif untuk memantau dan mengontrol tekanan darah mereka sendiri.

Dalam studi ini, para peserta dilengkapi dengan monitor tekanan darah dan diberikan informasi tentang bagaimana cara menurunkan tekanan darah tinggi, termasuk manajemen non-obat, seperti mengurangi garam, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, dan olahraga yang dijadwalkan.

Mereka diajarkan bagaimana cara menggunakan individual flowchart sehingga mereka dapat membuat keputusan sendiri tentang cara mengatasi jika tekanan darah mengalami perubahan secara mendadak.

Kesimpulan dari studi, perubahan tekanan darah dapat dikendalikan secara lebih baik jika salah satu dapat mengurangi asupan garam, meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran, dan olahraga yang dijadwalkan.

Beberapa kondisi pasien dengan komplikasi diabetes akibat diabetes dan tekanan darah antara lain, adalah

1. Diabetes dan tekanan darah tinggi

Pendarahan otak dan stroke lebih sering terjadi pada pasien diabetes, terutama jika tekanan darah mereka tinggi sebagai akibat diabetes yang tidak terkontrol. Baca: diabetes dan hipertensi

Jika Anda pernah mengalami diabetes stroke, Anda cenderung berisiko mengalami gangguan peredaran darah lainnya. Oleh karena itu, menjaga faktor risiko (tekanan darah, kolesterol dan gula darah) dengan kontrol yang ketat.

Ada bukti baru dari penggunaan dosis tinggi statin untuk menurunkan kolesterol ke tingkat yang lebih rendah telah manfaat tambahan dalam mengurangi risiko stroke dan pendarahan otak. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi dokter atau perawat. Mereka akan membantu Anda dalam hal ini.

2. Diabetes dan tekanan darah tidak terkontrol

Alzheimer dan dementia adalah kerusakan otak yang disebabkan oleh pengerasan arteri – arteriosclerosis atau hipoglikemik berulang selama lebih dari 40 tahun karena kontrol diabetes dan tekanan darah yang tidak terkontrol

Orang yang memiliki Alzheimer dengan tekanan darah yang tidak terkontrol, kondisi mentalnya akan memburuk dan ia akan kesulitan menjaga dirinya. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Selain Alzheimer, ada penyakit yang sama sebagai akibat dari tekanan darah yang tidak terkontrol, orang menyebutnya Arteriosclerosis. Arteriosclerosis adalah diabetes komplikasi yang dapat mempengaruhi arteri di otak, jantung dan kaki. Dengan mengontrol tekanan darah secara ketat, mengendalikan kolesterol dan gula darah, maka akan mengurangi risiko alzheimer pada diabetesi.

Meski alzheimer sering menimpa pada orang yang lanjut usia, Namun, pasien dengan diabetes tergantung insulin atau diabetes tipe 1 pada usia muda juga tidak luput dari resiko komplikasi ini jika tingkat gula darah HbA1C mereka sering di bawah normal ( dibawah 6% ) atau hipoglikemik berulang hingga lebih dari 30 tahun dan disertai dengan tekanan darah yang tidak terkontrol. Mereka sangat rentan terhadap penyakit Alzheimer (hilangnya memori)

3. Diabetes dan tekanan darah rendah

Beberapa orang dengan diabetes mengalami pusing secara mendadak ketika berdiri atau dikenal sebagai hipotensi postural yang disebabkan oleh kerusakan saraf (neuropati diabetes) pada pengendali tekanan darah, dimana saraf ini bekerja sebagai pengendali tekanan darah pada tubuh untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan sikap.

Perubahan sikap ini menyebabkan penurunan tekanan darah menjadi cepat dan secara mendadak, seperti ketika Anda berdiri dengan cepat dari jongkok yang lama.

Masalah menjadi lebih serius dan diperparah oleh kontrol diabetes dan tekanan darah yang tidak terkontrol sehingga Anda mengalami dehidrasi.

Untuk mengatasi masalah ini, fludrocortisones tablet dapat digunakan untuk membantu retensi cairan. Informasi lebih lanjut, konsultasikan pada dokter ahli yang menangani kasus diabetes anda.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Komplikasi Diabetes #Tekanan Darah Rendah #Tekanan Darah Tinggi