Gejala Diabetes Tipe 1 Dan 2

345 views

Secara umum, Tanda Dan Gejala Diabetes Melitus tipe 1 dan 2 pada usia muda atau orang dewasa ditandai sering haus serta sering buang air kecil. Output urine yang kontinue akan membuat kurangnya cairan tubuh sehingga kemungkinan besar akan mengakibatkan dehidrasi jika tidak segera diatasi.

Tanda & gejala diabetes tipe 1 dan 2 ini harus diimbangi dengan cukup minum untuk menggantikan jumlah urin yang keluar. Selain itu, gejala awal yang spesifik dirasakan oleh calon pasien diabetes mellitus selain rasa haus dan output urine adalah termasuk: kehilangan berat badan, penglihatan kabur, dan gatal-gatal di sekitar alat genital.

Gejala diabetes melitus pada usia dewasa biasanya tanpa disertai tanda-tanda medis yang jelas sehingga vonis diabetes mengacu pada tes urine pasien secara rutin.

1. Haus dan sering buang air kecil

Pada orang normal tanpa diabetes yang sering buang air kecil, biasanya mengeluarkan sekitar 1,5 liter urin per hari, tapi pada orang dengan gejala diabetes melitus, output urine tidak terkendali, bahkan dapat mengeluarkan urin 5 kali dari jumlah itu.

Output urine akan terus membuat tubuh dehidrasi dan sensasi rasa haus berlebihan adalah peringatan bahwa mereka akan mendapat gejala awal diabetes mellitus, kecuali mereka minum yang cukup untuk menggantikan jumlah cairan terbuang sehingga resiko dehidrasi dapat dicegah.

Kadang, orang-orang yang tidak memiliki penyakit diabetes melitus juga dapat mengeluarkan urin dalam jumlah besar, misalnya seorang peminum berr sebagian besar tahu tentang efek dari 5 liter berr yang biasa mereka minum.

Dalam hal ini, volume berr lah yang mengakibatkan peningkatan volume urin tanpa timbul rasa haus. Sementara itu pada pasien dengan gejala diabetes, volume besar output urin akan menyebabkan sensasi rasa haus yang berlebihan. Rasa haus dan sering kencing dikenal sebagai poliuria.

Pada orang dengan tahap awal dari penyakit diabetes melitus, rasa haus biasanya dianggap sepele, kebanyakan orang tidak menyadari pentingnya sensasi rasa haus, kecuali mereka telah memiliki beberapa pengalaman pribadi yang berhubungan dengan penyakit diabetes melitus.

Seseorang dengan gejala dari penyakit diabetes diabetes yang belum terdiagnosis akan sering membawa tempat air hingga tempat tidurnya, bangun di malam hari untuk memuaskan dahaga dan buang air kecil, namun masih tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam dirinya.

Akan sangat baik jika lebih banyak orang tahu dan menyadari bahwa rasa haus yang timbul membuat sulit adalah gejala awal dari penyakit diabetes melitus.

2. Kehilangan berat badan

Akibat penurunan fungsi insulin, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk kebutuhan energi atau sebagai cadangan pati dan lemak.

Akibatnya, jaringan tubuh dipecah untuk membentuk glukosa dan keton (pada penderita diabetes, sejumlah keton ditemukan dalam urin), mengakibatkan hilangnya lemak serta cadangannya berkurang sehingga orang dengan gejala diabetes mellitus akan mengalami kehilangan dari berat badan.

Bahan bakar utama bagi tubuh adalah glukosa yang diperoleh dari pencernaan makanan yang mengandung gula atau pati. Pasien dengan diabetes yang tidak diobati tidak dapat menggunakan glukosa sebagai bahan bakar atau menyimpan dengan cara yang biasa. Glukosa yang tidak terpakai akan menumpuk dalam aliran darah dan meluap ke dalam urin.

Seseorang yang memiliki gejala penyakit diabetes melitus, baik tipe 1 dan 2 yang tidak terkontrol bisa kehilangan sebanyak 500 gram glukosa dalam urin mereka dalam 24 jam.

Siapa pun yang mencoba untuk menurunkan berat badan tahu bahwa jumlah gula adalah sama dengan jumlah kalori.

Kalori yang terkandung dalam urin hilang dari tubuh dan keluar dari sumber cadangannya. 500 gram glukosa yang hilang setara dengan 10 roti kismis (2000 kalori per hari). Baca: mengapa diabetes menyebabkan penurunan berat badan

3. Gatal di sekitar alat genital

Gatal di sekitar vulva dapat terjadi pada pasien perempuan dengan gejala diabetes mellitus tidak terkontrol. Bahasa medis untuk gejala diabetes pada perempuan disebut vulva pruritus.

Keluhan yang sama dapat terjadi pada pria ketika ujung g3nital terasa sakit (balanitis). Kulit g3nital juga terkena lalu menebal (phimosis) sehingga menghalangi kulit tertarik kembali sehingga sulit untuk menjaga genital agar tetap bersih.

Masalah yang terjadi pada alat g3nital adalah hasil dari suatu proses tertentu semisal infeksi jamur terutama jenis candida yang berkembang karena konsentrasi glukosa yang tinggi dengan kontrol diabetes yang buruk.

Jika Anda dapat mengontrol diabetes dengan baik, gatal ataupun nyeri biasanya menghilang. Krim anti jamur dari dokter atau apoteker dapat mempercepat penyembuhan, tetapi hanya berlaku jika glukosa hilang dari urin. Baca: gatal-gatal karena diabetes

4. Penglihatan kabur

Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan gambar pada retina. Penglihatan kabur biasanya merupakan perubahan sementara yang dapat dikoreksi dengan memakai kacamata. Lensa mata menjadi bengkak bila gejala diabetes yang tidak terkendali sehingga Anda bisa mendapat resiko rabun jauh.

Ketika penyakit diabetes melitus dapat dikendalikan, lensa mata akan kembali normal.

Jika Anda baru didiagnosis dengan diabetes dan mendapat penglihatan kabur, sebaiknya Anda menunggu selama beberapa minggu setelah kadar gula darah turun dan sebelum mengunjungi optik untuk membeli kacamata baru.

Penglihatan kabur dapat membaik dengan sendirinya dan kacamata baru mungkin tidak diperlukan.

Pandangan kabur yang paling serius yang disebabkan oleh gejala diabetes adalah kerusakan pada retina (retinopati). Retina adalah “piring atau plat fotografi” di belakang mata.

Perubahan kecil dalam retina terakhir terjadi selama beberapa tahun sehingga orang tidak menyadari bahwa itu adalah bagian dari gejala diabetes mellitus. Dalam hal ini (retinopati), retina mungkin telah rusak ketika diabetes retinopati didiagnosis.

Dalam kasus yang sangat langka, lensa mata akan rusak secara permanen (katarak) ketika diabetes di luar kendali. Kerusakan ini dapat diobati dengan menghilangkan katarak dan menggantinya dengan lensa buatan.

5. Kelelahan, atau selalu merasa lelah.

Pada penyandang diabetes melitus, tubuh tidak efisien bahkan tak mampu glukosa untuk bahan bakar sehigga energi diambil dari lemak tubuh. Tentu saja metabolisme lemak butuh lebih banyak energi sehingga menimbulkan kelelahan.

6. Makan berlebihan (polifagia).

Jika tubuh mampu mengatasi, pankreas akan mengeluarkan lebih banyak insulin untuk mengelola kadar gula darah. Namun, tubuh menolak tindakan insulin. Salah satu fungsi insulin untuk merangsang rasa lapar.

Oleh karena itu, ketika kadar insulin tinggi menyebabkan peningkatan rasa lapar, dikenal istilah polifagia. Meskipun mereka makan lebih banyak, tetapi pasien diabetes mungkin mendapatkan kenaikan sedikit berat badan dan bahkan mungkin menurunkan berat badan.

7. Luka sulit sembuh.

Patofisiologinya, ketika kadar gula darah tinggi akan mencegah tindakan sel-sel darah putih, yang berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap bakteri.

Ketika sel-sel ini tidak berfungsi dengan baik, penyembuhan luka memakan waktu lebih lama dan infeksi lebih sering mengancam.

Selain itu, gangguan sirkulasi darah akibat penebalan pembuluh darah menghambat transportasi oksigen dan nutrisi lainnya ke seluruh jaringan tubuh.

9. Perubahan mental.

Agitasi, lekas marah tanpa sebab jelas, tingkat konsentrasi yang lemah, lesu ekstrim, atau kebingungan semua itu menjadi tanda gula darah yang sangat tinggi, ketoasidosis, hiperosmolar hiperglikemia sindrom nonketotic, atau hipoglikemia (gula rendah)

Selain beberapa gejala diabetes yang dijelaskan di atas, seseorang kadang-kadang memiliki gejala diabetes ketika ia menderita kondisi medis seperti serangan jantung atau infeksi pada kaki. Kasus-kasus seperti diabetes yang terdiagnosis sebelumnya adalah penyebab utama dari masalah baru.

Pesan penting, meskipun gejala penyakit diabetes melitus ini dapat dianggap “ringan” saja, penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, solusinya adalah memeriksa setiap keluhan kepada dokter Anda.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Gejala Diabetes #Gejala Diabetes Tipe 1 #Gejala Diabetes Tipe 2